Disdik Jabar Tingkatkan Mutu Pendidikan

Disdik Jabar Tingkatkan Mutu Pendidikan

26
0
BERBAGI

Bandung, Jurnalisnews.com

 Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan terus mendorong percepatan  mutu pendidikan yang merata dan berkualitas. Untuk itu, program prioritas Disdik Jabar yaitu terus meningkatkan aksesbilitas, daya tampung sekolah agar bisa menambah jumlah siswa, menambah rombongan belajar, terutama lulusan SMP dan MTs dapat melanjutkan ke SMA/SMK. Hal ini dilakukan supaya para lulusan SLTA dapat bersaing dalam lapangan kerja. Ke depan, lulusan SLTA –terutama SMK—tidak menjadi penyumbang angka pengangguran, jelas  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, didampingi  Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam di kantornya baru-baru ini.

Dikatakannya, seiring dengan era globalisasi dan kemajuan teknologi, dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kemahiran. Untuk itu, Disdik Jabar akan melakukan berbagai terobosan dan meningkatkan kerja sama dengan berbagai dunia usaha dan industri. Dengan demikian, para lulusan SLTA –khsususnya SMK– di Jabar, begitu lulus, benar-benar sudah siap pakai, siap bersaing dengan memiliki keterampilan dan bersertifikasi sesuai dengan jurusannya.

“Sudah sesuai dengan harapan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, bahwa sejak alih kelola SMA/SMK ke provinsi pada awal Jaunuari 2017, Pemerintah Provinsi Jabar akan terus meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya, dengan melengkapi sarana-prasana pendidikan, baik berupa gedung maupun peralatan praktek,” kata Ahmad Hadadi.

Terkait pembiayaan, kata Ahmad Hadadi, dapat dianggarkan dalam APBD Jabar maupun minta dukungan dari APBN atau meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha dan industri, seperti pihak dunia usaha industri menempatkan peralatan praktek di sekolah-sekolah

“Pada tahun 2017 ini, Disdik Jabar akan secara massif menjalin kerja sama dengan semua kalangan, baik dunia usaha maupun industry. Hal ini penting, agar lulusan SMK di Jabar selain mendapatkan STTB/ijazah, juga mendapatkan sertifikaf dari institusi yang berkompeten dan terakui dengan merancang pola pendidikan di SMK itu 30% teori dan 70% praktek, sehingga begitu lulus sudah memiliki keterampilan,,” ujar Ahmad Hadadi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Disdik Jabar Firman Adam,  menghimbau kepada para orang tua yang anaknya lulusan SMP/MTs untuk terus mendorong anaknya agar dapat meneruskan pendidikan. Namun, ia juga mengakui masih ada kendalanya, yaitu terkait jangkauan sekolah/ geografis dari rumah ke sekolah, faktor ekonomi dan faktor sosial budaya.

“Khusus untuk faktor sosial budaya ini yang harus kita dorong untuk dilakukan sosialisasi dan edukasi baik langsung kepada orang tua, para guru maupun kepala sekolah termasuk juga stakeholder yang ada dilapangan, agar senantiasa memotivasi para orang tua. Bahwa betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak kita sebagai generasi bangsa kedepannya,” jelasnya. (Bar/Wr)

LEAVE A REPLY