oleh

Masjid di Filipina, Diguncang Bom

Filipina – Serangan bom melanda sebuah masjid di pulau terpencil Filipina, yang juga menjadi markas militan. Sedikitnya 15 orang, termasuk 10 polisi setempat mengalami luka-luka akibat ledakan ini.
Disampaikan otoritas setempat, seperti dilansir AFP, Sabtu (30/5/2015), ledakan bom itu sengaja ditargetkan terhadap sebuah masjid di Pulau Jolo. Serangan diawali dengan granat dan kemudian diikuti oleh ledakan bom yang menargetkan polisi yang datang ke lokasi setelah ledakan pertama.
“Tampaknya ledakan pertama sengaja dirancang untuk menarik para pihak yang merespons sebagai target,” tutur kepala kpeolisian setempat, Inspektur Senior Abraham Orbita kepada wartawan setempat.
Lima warga sipil mengalami luka-luka akibat ledakan pertama, dengan tiga orang di antaranya merupakan anak-anak. Sedangkan 10 polisi setempat mengalami luka-luka akibat ledakan kedua yang terjadi selang 10 menit setelah ledakan pertama.
Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Pulau Jolo sendiri banyak dihuni warga muslim Filipina.
Pulau tersebut juga dikenal sebagai markas kuat militan Abu Sayyaf yang didirikan pada tahun 1990-an lalu dengan dana dari jaringan Al-Qaeda. Selama ini, militan Abu Sayyaf banyak mendalangi serangan teror di Filipina, termasuk berbagai pengeboman dan penculikan warga Kristen maupun warga asing demi mendapat uang tebusan.
Sejak satu dekade lalu, tentara Filipina mendapat bantuan pelatihan dari militer Amerika Serikat untuk menghadapi militan Abu Sayyaf. Namun hingga ini, Filipina masih terus berjuang keras untuk mengalahkan militan yang pemimpinnya telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS, tahun lalu.

 

Komentar

TERBARU