oleh

Polrestabes Bandung Permudah SIM D Khusus Kaum Difabel

Bandung, jurnalisnews.com
Difabel tuna rungu mengendarai sepeda motor saat acara sosialisasi dan pembuatan SIM D di Halaman Wyata Guna, Jalan Padjajaran, Kota Bandung, Kamis lalu. Kegiatan yang digelar Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung tersebut untuk mempermudah warga disabilitas mendapatkan surat izin mengemudi dan ikut menjaga ketertiban berlalu lintas di jalan raya.
Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung memudahkan untuk puluhan kaum disabilitas yang ada di Graha Panti Sosial Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, memperoleh surat izin mengemudi (SIM). Bahkan mereka diberikan penjelasan mengenai seputar peraturan berlalu lintas agar tertib dan tidak melanggar.
Kasat Lantas Polrestabes Bandung AKBP Mariyono mengungkapkan, cara ini sebagai sebuah bentuk pelayanan SIM komunitas difabel. “Alhamdulillah peserta SIM adalah sebagai berikut dari jumlah peserta 50 orang terdiri dari motor roda tiga peserta uji tiga orang, SIM mobil peserta uji 11 orang (tunarungu), dan SIM motor peserta uji 36 orang (tunarungu),” tutur Mariyono, Kamis lalu.
Dijelaskan Mariyono, materi khusus kepada kaum difabel antara lain penjabaran undang-undang No 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat Hak dan Kewajiban yang diatur dalam pasal 5. Kemudiam Pasal 8 Undang-undang No 4 Tahun 1997 Polri sebagai unsur pemerintah bekewajiban mengupayakan terwujudnya hak-hak penyandang cacat.
“Serta etika tata cara berlalu lintas dan rambu-rambu yang harus diketahui oleh peserta SIM komunitas difabel dan tata cara pelaksanaan ujian praktek yg harus dikuasai sebagai keahlian yangg dimiliki peserta,” terangnya.
Mereka pun harus melengkapi persyaratan seperti KTP, surat kesehatan dokter spesialis THT (peserta uji tunarungu), surat keterangan dokter spesialis mata (kekurangan jarak pandang/low vision/pengliatan), surat kesehatan dokter umum untuk fisik seluruh kaum difabel harus menggunakan alat bantu dengar untuk tunarungu dan harus menggunakan alat bantu pengliahatan untuk kekurangan jarak pandang/low vision. “Bila persyaratannya komplet tidak masalah dan mereka bisa mendapatkan SIM,” ungkapnya.
Sementara Kanit Regident Polrestabes Bandung, AKP Atik Suswanti, SH, mengatakan bahwa kaum difabel yang akan mengurus SIM, harus melengkapi persyaratan.
“Mereka pun harus melengkapi persyaratan seperti KTP, surat kesehatan dokter spesialis THT (peserta uji tunarungu), surat keterangan dokter spesialis mata (kekurangan jarak pandang/low vision/pengliatan), surat kesehatan dokter umum untuk fisik seluruh kaum difabel harus menggunakan alat bantu dengar untuk tunarungu dan harus menggunakan alat bantu pengliahatan untuk kekurangan jarak pandang/low vision,” jelasnya. (Bar/Trie)

Komentar

TERBARU