CSR bank bjb fokus di bidang Kesehatan, Lingkungan, dan Pendidikan

56
0
BERBAGI

Bandung, jurnalisnews.com

Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Perusahaan merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan untuk mendukung pembangunan disekitar masyarakat di berbagai sektor.

Hal itu juga yang dilakukan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb. Bank  yang mayoritas sahamnya masih dipegang pemda di Jawa Barat dan Banten ini, sepanjang 2017 ini menyalurkan ratusan dana program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Perusahaan untuk mendukung pembangunan Indonesia.

CSR bank bjb di berikan untuk tiga bidang utama yakni, bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

Beberapa program CSR bank bjb yang telah dilaksanakan pada bidang pendidikan di antaranya pembangunan ruang kelas, beasiswa, bantuan komputer, hingga perlengkapan sekolah. Pada kesehatan, antara lain pengobatan gratis dan pemberian mobil ambulan. Pada lingkungan yaitu program penanaman pohon (penghijauan) atau reboisasi.

Hal tersebut menegaskan bahwa bank bjb hadir sebagai agen perubahan nasional sesuai tagline Membangun Indonesia Memahami Negeri.

Program CSR lain yang dilakukan rutin setiap tahun adalah bjb Green School dan Kewirausahaan bjb. Tentu penerapan program tidak melulu baik secara brand namun juga terintegrasi dengan bisnis perusahaan.

Untuk realisasi program bjb green school, pihak bank bjb bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran dalam mengembangkan teknologi biodigester pada pengelolaan sampah di sekolah.

Sehingga sampah dapat dikelola menjadi sumber energi dari sistem penerangan dan gas sekolah. Kini bank bjb sudah menjalin kerja sama dengan puluhan sekolah yang tersebar di Jawa Barat dan Banten.

Sedangkan, untuk program kewirausahaan bank bjb telah rutin digelar sejak tahun 2014. Program tersebut diisi oleh pelatihan keterampilan pada lima bidang usaha salah satunya mencukur rambut dan desain grafis.

Hingga kini, bank bjb telah melahirkan lima angkatan yang terdiri dari 80 wirausaha baru di setiap angkatan. Untuk kemudian bank bjb memberikan modal sesuai jenis usaha terkait.

Untuk saat ini, bank bjb tengah mengupayakan program Kampung bjb yang akan mengakomodir Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Perlu diingat jika kredit mikro menjadi pilar ketiga dalam bisnis bank bjb. Hal tersebut perlu ditingkatkan agar bank bjb dapat mengembangkan potensi ekonomi daerah terkait.

“Kami cari kandidat wirausaha lalu dibina dan diambil. Karena masalah para wirausaha sederhana yaitu tentang pengelolaan uang,” ujar Senior Vice President Divisi Corporate Secretary bank bjb Hakim Putratama.

CSR Korban Gempa

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan akan segera memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak akibat gempa yang terjadi di Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis, pada Jumat 15 Desember 2017, sekitar pukul 23.47 WIB. Sejumlah bangunan, gedung sekolah, masjid, rumah, dan perkantoran, rusak akibat gempa.

“SMA dan SMK negeri yang mengalami kerusakan tentu menjadi kewajiban provinsi untuk memperbaiki dan kita akan perbaiki secara bertahap. Untuk sekolah swasta, kita cari skema lain melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Salah satunya dari bank bjb,” katanya, Rabu, 20 Desember 2017.

Gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) itu telah merusak beberapa bangunan. Menurut Aher bangunan dengan rusak berat akan segera diperbaiki dengan pola bantuan CSR bank bjb, antara lain Masjid Al Ihsan Desa Wonoharjo, Kabupaten Pangandaran, enam kelas madrasah aliyah, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, perbaikan atap sekolah SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya, dan perbaikan atap Masjid Asy Syuhada Kota Tasikmalaya.

“Hari ini, saya bawa orang dari bank bjb untuk memperbaiki masjid yang rusak di Pangandaran dan Tasikmalaya, madrasah aliyah yang juga rusak di Pamarican. Saya juga minta bank bjb untuk memperbaiki atap SMK Negeri 3 Tasikmalaya. Alhamdulillah BUMD telah ikut berkontribusi, semoga diikuti beberapa perusahaan lain,” ujarnya. (Red)

 

 

LEAVE A REPLY