oleh

“Jakarta Kota Macet” Bagaimana Solusinya ?

“Jakarta Kota Macet” Bagaimana Solusinya ?
Oleh : Dedi Febriansyah
(Kepala Biro jurnalisnews.com DKI Jakarta)
kemacetan yang ada di jakarta. Kalau berbicara tentang Jakarta salah satu hal yang muncul di pikiran adalah macet. Hampir semua jalan di Jakarta mengalami kemacetan yang cukup membuat kita pusing, kesal akibat kemacetan yang terjadi. Sebenarnya sederhana saja, kemacetan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan jumlah jalan.
Selama ini pertambahan jumlah kendaraan meningkat dengan pesat sementara pertambahan jalan bisa dikatakan tidak ada pertambahan yang signifikan. Selain itu, faktor yang turut berperan dalam kemacetan adalah banyak pengendara yang tidak disiplin dan tidak mematuhi peraturan berlalu lintas serta jumlah penduduk DKI Jakarta yang semakin banyak akibat urbanisasi. Apalagi kemacetan di Jakarta semakin menjadi-jadi ketika musim penghujan tiba menurut saya perlu adanya solusi tepat untuk mengatasinya.
Saya salah satu penduduk di Jakarta yang sudah 24 tahun tinggal di Jakarta. Saya melihat kemacetan di Jakarta ini sudah amat sangat parah seperti Genangan air atau bahkan banjir di beberapa wilayah akan memperparah kemacetan karena laju kendaraan semakin melamban atau bahkan terhenti, dikarenakan banyak pengendara sepeda motor yang berteduh di bawah jembatan yang mengakibatkan bahu jalan terpakai untuk berteduh. Kemacetan di Jakarta seolah menjadi persoalan abadi tanpa ada solusi yang tepat. Banyak yang menganalisis tentang penyebab dari kemacetan. Selain genangan atau banjir, persoalan tidak memadai angkutan umum, makin banyaknya kendaraan di Jakarta, minimnya pertumbuhan panjang jalan, ketidakdisiplinan para pengguna jalan selalu menjadi buntut dari pembahasan kemacetan di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta pun dipastikan akan menjadi sasaran tembak karena dianggap gagal mengatasi persoalan kemacetan Ibu Kota ini. Untuk mengurangi kemacetan di Jakarta menurut saya sebaiknya : dimulai dari memperbaiki sistem transportasi umum. Misalnya saja dengan menambah gerbong kereta yang selama ini selalu penuh sesak ketika jam kerja, lalu dengan mempercepat atau mempersingkat waktu tempuh angkutan umum.
Akan sangat baik apabila Jakarta bisa memiliki kereta cepat seperti yang ada di negara-negara maju. Sebagai individu, akan lebih baik jika kita membiasakan diri lebih bijak dalam melakukan kegiatan di Jakarta dengan mengurangi risiko menambah kemacetan di Jakarta.
Seperti Negara Singapura mengatasi kemacetan dengan menerapkan sistem pajak yamg mahal dan harga pasar yang tinggi terhadap kendaraan bermotor. Masyarakat hanya boleh menggunakan mobil yang sama selama 10 tahun, dan bahkan menerapkan biaya parkir yang sangat mahal, sistem dua warna plat mobil yaitu plat merah digunakan pada hari libur dengan pajak murah, sedangkan plat hitam digunakan setiap hari dengan pajak tinggi, selain itu juga menerapkan Electronic Road Pricing (ERP) dan asuransi.
Negara Jepang mengatasi kemacetan dengan melakukan pembatasan emisi terhadap setiap kendaraan dan dilakukan uji ulang setiap 2 tahun, dalam hal ini biaya semakin makin mahal untuk kendaraan tua. Biaya parkir dan tol mahal, tetapi sebaliknya disediakan sarana transportasi umum yang nyaman, aman dan murah.
Beberapa Negara Eropa mengatasi kemacetan lalu lintas umumnya dengan membangun kereta api bawah tanah yang terintegrasi dengan pusat kegiatan ekonomi, menciptakan bus yang nyaman dan tepat waktu, pajak kendaraan pribadi yang mahal sehingga mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi umum seperti monorail dan commuter line dan sepeda untuk keperluan sehari-hari. Alangkah positifnya apabila Gubernur Terpilih Priode 2017-2022 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bisa mengatasi kemacetan Jakarta.

Komentar

TERBARU