oleh

Tahun 2019, Seluruh Gerai Wendy’s di Malaysia Akan Ditutup

jurnalisnews.com – Sejumlah cabang gerai cepat saji Wendy’s ditutup secara permanen di Malaysia. Kabarnya, seluruh cabang gerai memang akan ditutup secara bertahap di tahun ini.

Kabar mengenai penutupan gerai jaringan restoran cepat saji itu mencuat berkat cuitan dan postingan para netizen Malaysia di media sosial. Dikabarkan World of Buzz (27/3), rumor yang beredar berisi prediksi soal penutupan seluruh cabangWendy’s Malaysia di tahun 2019.

Hal itu bermula dari cuitan dari akun @ezadhfizy. Akun itu membagikan sebuah foto yang memperlihatkan kondisi gerai Wendy’s di Paradigm JB yang sudah ditutup.

“Wendy’s Paradigm JB-sekarang ditutup! Penutupan semua cabang Wendy’s di Malaysia dilakukan secara bertahap tahun ini,” tulisnya sebagai keterangan foto.

Cuitan itu dikomentari oleh netizen lainnya. Dari balasan komentar yang ada, diketahui bahwa Wendy’s cabang Time Square, IPC, Mid Valley, dan Pyramid juga sudah ditutup. Hal ini semakin menguatkan kabar soal penutupan seluruh cabang gerai cepat saji asal Amerika Serikat itu di Negeri Jiran.

Salah seorang netizen juga meninggalkan komentar dalam cuitan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya berhasil bertanya pada salah seorang staf Wendy’s di Mont Kiara yang sudah tutup. Menurut sang staf, gerai itu ditutup dan tidak akan dibuka kembali. Hal serupa juga dituturkan oleh staf Wendy’s KLCC.

Kabarnya ada sebanyak 10 cabang Wendy’s yang ada di Malaysia yakni di Mid Valley, Mont Kiara, Suria KLCC, Cyberjaya, IPC Damansara, Sunway Pyramid, Jaya One, JB Paradigm Mall, Gurney Drive Penang, dan KKIA Sabah.

Dikutip dari surat kabar lokal Malaysia, Hype.my, penutupan seluruh gerai Wendy’s di sana dikarenakan sang pemilik waralaba, Berjaya Burger Sdn Bhd memutuskan untuk tidak memperpanjang perjanjian waralaba mereka dengan Wendy’s. Berjaya Burger sendiri menupakan anak perusahaan Berjaya Corporation Bhd.

Padahal di tahun 2016, Wendy’s melebarkan sayapnya di Malaysia dengan membuka 6 gerai baru. Saat itu, sang direktur pelaksana bernama Sydney Quays menjelaskan bahwa pembukaan setiap gerai membutuhkan biaya sebesar RM1 juta atau sekitar Rp 3.4 miliar jika dikalikan dengan nilai tukar rupiah saat ini.

Komentar

TERBARU