oleh

Melalui Layanan Nasi Gratis, Dudy: Bisa Berkembang di Tempat Lain

jurnalisnews.com – Berawal dari rasa keprihatinan diri melihat banyaknya para pedagang keliling, pemulung dan pengamen lewat depan rumahnya, membuat Dudy Supriyadi tergerak untuk berbagi dan menggagas layanan Nasgrat (Nasi Gratis) yang disediakan di etalase depan rumah untuk siapa saja yang membutuhkan.

“Suatu ketika ada yang mampir ke warung, saat saya tanya apakah belum sarapan, iya saya belum sarapan, lumayan lapar dan haus pak sudah keliling tapi belum dapat pelanggan,” kata Dudy menceritakan pengalamannya saat melayani seorang penjahit keliling, Senin (7/10/19).

Dari pengalaman itulah, pada tanggal 12 Oktober 2018 lalu Ia dan istrinya mulai mencoba memasak nasi gratis sebanyak 20 bungkus,  kemudian bertambah 30, 50 sampai 70 boks/bungkus setiap harinya, terutama di hari Jumat jumlahnya lebih banyak.
Dimulai dengan menggunakan etalase kecil diatas meja reot bekas tempat komputer, kebanjiran beberapa waktu lalu, sehingga dikhawatirkan meja tersebut roboh karena kayu yang keropos. Pada akhirnya sejumlah donatur pun berdatangan, salahsatunya penyediaan etalase dilengkapi spanduk,  sehingga terlihat lebih rapi dan bersih.

Dengan motto ‘Siapapun Boleh ambil – Boleh isi’, Dudy berharap nasi gratis serupa bisa tumbuh dan berkembang di tempat-tempat lainnya, sehingga semakin banyak nasi gratis semakin banyak pula orang yang tertolong untuk bisa mendapatkan nasi yang siap makan.

Dirinya pun berharap, “dengan adanya nasi gratis ini bisa menjadi satu pola subsidi bagi mereka yang sudah tersedia makanan di rumahnya,  kemudian berbagi berkah berupa menyimpan makanan di etalase nasgrat,” ungkapnya.

Seiring bertambahnya waktu, para penerima nasgrat pun bertambah, ada diantara mereka yang menginginkan agar nasi nya lebih banyak, sehingga sarapan pagi diharapkan bisa menahan lapar sampai siang hari.

“Pak kalau bisa nasinya lebih banyak jadi sarapan cukup sekali tapi kuat sampai sore, ” tutur Dudy menceritakan permintaan salah seorang pedagang tahu Sumedang asal Cicalengka.

Ungkapan rasa terimakasih juga disampaikan Dudy kepada seluruh donatur yang sudah membantunya, baik dalam bentuk uang, bahan makanan, seperti beras, tahu tempe, maupun dalam bentuk nasi bungkus yang sudah jadi, sehingga sehari bisa mencapai 30-70 boks/bungkus yang dapat diambil langsung oleh mereka yang ingin makan, sementara pada Ramadhan tahun 2018 lalu nasi gratis diubah pola nya menjadi tajil gratis.

Memasuki satu tahun layanan Nasgrat oleh Dudy, 12 Oktober 2019 nanti, layanan ini telah berhasil menyalurkan sedikitnya 9000 boks nasi gratis kepada yang membutuhkan.

Nasi gratis yang berada di Komplek Bumi Panyileukan Blok Q4 No. 5 Cibiru Bandung, No Hp 08179208620 ini, juga diharapkan dapat berlanjut terus, sehingga dapat memberi manfaat bagi yang memerlukan.

Pada acara setahun nasgrat, Sabtu (12/10/2019) pekan depan, dijadwalkan akan diisi dengan doa dan makan bersama para pemulung,  pedagang dan pekerja keliling,  anak yatim, para donatur, dan para tetangga terdekat. Dengan harapan antara penerima dan pemberi nasi gratis dapat bersilaturahmi dan bertatap muka.

Komentar

TERBARU