oleh

Inilah Program “Jabar Speak Up 2019” Disdik Jabar

-PENDIDIKAN-232 views

jurnalisnews.com – Belasan siswa terpilih menjadi peserta terbaik dalam program “Jabar Speak Up” yang digagas Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar). Mereka pun menerima sertifikat penghargaan dari Sekretaris Disdik (Sekdisdik) Jabar, Firman Adam pada Upacara Peringatan Hari Ibu di Lapangan Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Senin (23/12/2019).

Jabar Speak Up merupakan program bagi siswa untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Secara teknis, berbagai siswa di seluruh daerah di Jabar secara berkala mengikuti video conference dengan sekolah lain dan pihak UPTD Tikomdik selaku panitia acara untuk mempromosikan kearifan lokal yang ada di daerah. Mulai dari kebudayaan, pariwisata, dan kuliner. Promosi tersebut dipresentasikan menggunakan bahasa Inggris.

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Hendra Kusuma Sumantri menuturkan, program ini bertujuan membiasakan siswa berbahasa Inggris. “Konteks Jabar Speak Up adalah bagaimana menyampaikan gagasan menggunakan bahasa Inggris yang dikemas dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini menghasilkan ide dan gagasan baru yang bisa disampaikan oleh siswa. “Kadang kita sulit menyampaikan gagasan karena kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Nah, melalui Jabar Speak Up, kita dilatih untuk itu,” ungkapnya.

Ketiga siswa yang mendapatkan penghargaan Jabar Speak Up berasal dari SMAN 1 Purwakarta. Mereka adalah Dayfino Madadyu, Andini Sartika, dan Regin Ghaida.

Mereka mempromosikan kebudayaan daerah Purwakarta di bidang yang berbeda. Ghina menjelaskan, dirinya mempromosikan edukasi hiburan yang diadakan di pusat Kota Sejuta Impian tersebut setiap Sabtu malam. “Yang ada di sana itu bukan hanya wisata kuliner, tapi juga ada pentas tari seperti jaipongan dan musik,” ungkapnya.

Sedangkan Dayfino mempresentasikan hubungan objek wisata yang saling berkaitan dengan objek wisata lainnya. Objek wisata yang ia promosikan adalah wisata Situ Buleud. Sedangkan Andini fokus pada pengembangan informasi seputar wisata untuk dipromosikan kepada wisatawan. “Saya fokus pada pemanfaatan media sosial sebagai media promosi pariwisata,” tuturnya.

Mereka mengaku mendapat banyak manfaat dari program tersebut. Bagi Regina, ajang ini bisa menjadi pembuktian bagi siswa untuk melatih diri guna membangun komunikasi menggunakan bahasa asing. Sedangkan Andini mengaku, dirinya menjadi lebih percaya diri dan peduli terhadap pariwisata yang ada di kotanya. “Kalau aku seneng karena diberi ruang untuk beraspirasi kepada sekolah lain,” ujar Dayfino.

Komentar

TERBARU